Jus Stroberi

Screenshot Video Clip Irma – Hear Me Out

Ku percepat langkah menyusuri halaman sekolah. Ku dekap erat tas punggungku yang terlalu berat untuk digendong. Aman, tak ada anak pengganggu. Jika begini aku bisa sampai tempat les tepat waktu.

“Hei, kutu buku!”

Sial! Padahal sepuluh langkah lagi Aku sampai pagar sekolah.

Dua orang anak perempuan menghampiriku yang hanya mematung.

“Heh!” ujar anak perempuan yang tadi memanggilku. “Denger ya, jangan pernah deketin Gilang lagi! Gilang itu punyaku, dan nggak ada cewek lain yang boleh ngedeketin dia selain Aku.”

Apa?! Gilang?! Aku hanya disuruh Bu Meilan untuk mengajarkan dia tentang akar dan kuadrat. Astaga, mana mungkin Aku tertarik dengan anak sebodoh itu.

“Heh, jawab dong! Punya mulut enggak, sih?”

“A-Aku..”

Belum sempat Aku menjawab, anak perempuan yang lain sudah mengambil tas punggungku lalu mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara.

“Kembalikan!” kataku.

Mengganggap hal itu lucu, anak yang naksir gilang tadi pun mengambil ponselnya lalu merekam tingkahku yang tengah melompat-lompat untuk mengambil kembali tasku. Tapi percuma, semua usahaku sia-sia dan hanya berbuah peluh.

“Udah capek, ya? Ah, gak asik!”

Anak perempuan itu lantas membuka tasku lalu dengan sengaja membuang seluruh isinya ke tanah.

“Hahaha!” mereka berdua tertawa.

Aku berlutut mencoba merapihkan buku-buku serta alat tulisku.

“Tunggu, apa ini?”

Anak perempuan yang tadi mengambil tasku kini tengah memungut botol jus stroberi yang juga keluar dari dalam tas.

“Ini punya kamu, ya?” ujarnya seraya membuka tutup botol.

Aku mengangguk dan berharap ia mengembalikan botol itu. Tapi anak perempuan itu malah mengulurkan tangannya lalu menumpahkan jus stroberi itu ke atas buku-bukuku.

“Hahaha,” mereka kembali tertawa lalu pergi meninggalkanku.

Ku tatap buku-buku dan alat tulisku yang kini sudah kuyup itu. Perasaanku saat ini campur-aduk. Aku marah karena jus stroberi kesukaanku dibuang begitu saja. Tapi Aku juga senang, karena dengan begini, Aku punya alasan untuk tidak ikut les hari ini.

Advertisements

2 thoughts on “JUS STROBERI

  1. Kalau aku perhatikan sih, cerita ini hanya menerjemahkan dalam bahasa tulisan salah satu plot cerita. Pada ketentuan cerita jelas ditekankan untuk ‘melanjutkan’ salah satu plot yang ada.
    Kesalahan penulisan masih ada di beberapa tempat. Satu lagi, ini cerita anak-anak SD, kan? Mengingat ada kaliimat ‘mengajarkan tentang akar dan kuadrat’. Rasanya terlalu dewasa jika mereka dikisahkan jadi perundung (bully) karena masalah naksir cowok.
    🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s