“Kamu yakin dengan keputusanmu?” tanya lelaki tua di depanku.
“Saya sudah memikirkan ini matang-matang. Saya yakin dengan pilihan saya, Pak!”
Lelaki tua itu menatap istrinya, “Bagaimana, Bu?”
“Yah, Ibu terserah Bapak saja lah.”
Lelaki tua itu tampak ragu sebelum akhirnya berkata, “Kamu memang sudah lebih mapan sekarang. Sepanjang kami mengenal kamu pun, kamu pribadi yang jujur, bijaksana, dan penuh tanggung jawab.”
Lelaki tua itu kembali menatap istrinya yang kali ini membalas dengan anggukan.
“Baiklah, jika ini memang keinginanmu dan anak kami pun sudah menyetujuinya,” ucap lelaki tua itu akhirnya. “Kami merestuimu.”
Aku menarik napas lega. Akhirnya, mertuaku setuju aku berpoligami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s