“Tok, tok, tok!”

“Akhirnya papa pulang. Sini, Pa, makan dulu.”

“Mama masak apa?”

“Mama masak spageti spesial.”

“Ah, palingan spageti instan.”

Papa terkekeh.

“Biarin!”

Papa dan mama beradegan makan.

“Enak, Pa?”

“Enak.”

“Kok Cuma enak doang?”

“Emang harusnya apa?”

“Ya, terserah!”

“Ehmm… Enak, gurih, dan lezat.”

“Lebay!”

“Loh, kok lebay?”

“Sudahlah! Papa sudah nggak romantis. Pokoknya mama minta cerai!”

“Eh, tapi papa sayang mama.”

“Bohong!”

“Ya, sudah, kalau mama nggak percaya. Terserah!”

Papa ngambek.

“Ya, ampun! Padahal cuma main rumah-rumahan, kenapa jadi ke minta cerai? Kebanyakan nonton sinetron kayaknya,” ucap Denia yang sedang mengamati sepasang anak kecil bermain di taman.

– 100 kata –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s