(Review) Forgotten by Cat Patrick – Mengajakmu Memasuki Dunia Tanpa Kenangan

Bagaimana jika kamu terus melupakan masa lalu,

tapi mengetahui yang akan terjadi di masa depan?

***

IMG_20160821_203231

Judul Asli                   : FORGOTTEN

Judul Terjemahan   : FORGOTTEN

Author                        : Cat Patrick

Penerbit                     : Mizan Fantasi

Tahun terbit             : Cetakan I, Oktober 2012

Jumlah halaman      : 327 Halaman

***

Ini adalah review pertama yang saya tulis. Menjawab tantangan Reading Challenge bulan Agustus dari Monday Flashfiction yang bertema: “Buku yang sudah lama kamu punya, tapi selalu tertunda dibaca”. Saya  membeli buku berjudul Forgotten ini pada Desember tahun lalu saat ada diskon akhir tahun di mizanstore(dot)com. Dan novel ini saya pilih buat di-review karena sebelumnya sudah sempat baca beberapa halaman tapi enggak dilanjutin lagi, hehe..

Buku ini bercerita tentang seorang gadis bernama London Lane yang terus melupakan kejadian di hari kemarin. Terdengar seperti Alzheimer atau Demensia, yang memang menarik untuk dikisahkan seperti dalam film A Moment to Remember, The Notebook, ataupun 50 First Dates. Tapi London tak memiliki penyakit semacam itu.

Karena kita sudah pernah menemui seorang ahli syaraf. … dia sudah memeriksa otakmu dengan MRI, dan semuanya tampak wajar. Katanya, otakmu masih berfungsi dengan prima. Tidak ada bagian apapun yang ‘rusak’. (hlmn 156)

Setiap malam, London menuliskan hal-hal penting yang terjadi pada hari tersebut untuk dibacanya esok hari.

Bagiku, membaca adalah mengingat. (hlmn 251)

Selain pada catatan harian, London juga bergantung pada kemampuannya untuk mengetahui masa depan. Ya, London tahu bahwa Jamie Connor akan menjadi sahabatnya saat kuliah nanti dan seterusnya. London akan mengenali gadis itu saat bertemu di sekolah berkat ingatan masa depannya akan sosok Jamie yang lebih tua.

Suatu hari, London bertemu dengan murid pindahan bernama Luke Henry. London menyukainya tapi tak memiliki pengelihatan apapun tentang Luke di masa depan.

Dia tidak ada dalam ingatanku, yang berarti dia tidak ada di masa depanku. (hlmn 19)

Akhirnya, London hanya bisa mengandalkan catatan hariannya agar tetap mengingat Luke.

Menyadari bahwa Luke sepertinya tidak ada dalam kenanganku besok atau di masa depan, yang kuinginkan sekarang hanyalah membolos dan mengenalnya lebih jauh sebelum dia lenyap lagi. (hlmn 45)

Luke adalah tipe pria idaman dalam novel. Memiliki fisik sempurna dan sikap seorang gentleman. Kisah London dan Luke merupakan bagian manis yang ada di novel ini. Terlebih, dengan ingatan London yang terhapus tiap hari membuat pengalamannya bersama Luke selalu terasa bagaikan yang pertama.

Namun, berkat ingatanku yang payah, ini terasa seperti pengalaman pertama, dan aku menyukainya. (hlmn 128)

Di tengah kebahagiaannya bersama Luke, London mulai dihantui mimpi buruk. Mimpi tentang sebuah prosesi pemakaman. Ia yakin, mimpi tersebut akan menjadi kenyataan di masa depan. Tapi, ia tak dapat mengingat siapakah yang meninggal dalam mimpi tersebut. Ia tak dapat mengingat siapa yang ditangisi Mom, Dad, dan Granma dalam mimpi tersebut.

Mom menangis di kananku. Patung malaikat seram berdiri di kiriku. Di hadapan kami berdirilah para pelayat berpakaian hitam. (hlmn 67)

Untuk mengungkap misteri di balik mimpi tersebut, London pun bermaksud mencari keberadaan Dad yang sudah lama bercerai dengan Mom. Tapi ia tak bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan Jamie. Sialnya, mereka tengah bertengkar. Dan dalam ingatan masa depannya, mereka tak akan berbaikan dalam waktu dekat.

***

Novel ini menggunakan alur maju yang sedikit lambat di awal. Diceritakan melalui sudut pandang orang pertama dengan bahasa yang menyesuaikan usia sang tokoh utama. Jujur, andai saya berkesempatan bertemu dengan penulisnya, ingin sekali membahas mengenai usia tokoh London yang di buat masih duduk di bangku sekolah di sini. Karena seandainya London baru saja masuk kuliah atau lebih tua lagi, permasalahannya bisa dibuat lebih kompleks dan menarik lagi.

Tokoh yang ditonjolkan selain London dan Luke adalah Jamie dan Mom. Jamie tipe cewek populer yang selalu digoda, bukan dikencani, para cowok dan dibenci para cewek karenanya. Sementara Mom seorang single mother yang bekerja sebagai agen perumahan. Mom jarang berada di rumah, namun masih meluangkan waktunya untuk London.

Berbicara mengenai ending, yang bisa saya katakan adalah novel ini tak memberikan ending yang mendetail. Semua permasalahan memang sudah terselesaikan dan tak ada yang menggantung, namun rasanya ada satu bab yang hilang untuk mengakhiri cerita di novel ini sebelum akhirnya masuk ke epilog.

Terakhir, saya berikan rating 3,8 dari 5 untuk ide keren yang dieksekusi dengan baik oleh Cat Patrick. Worth to read banget kok dengan jalan cerita yang fokusnya berubah-ubah tapi pada akhirnya membawa ke suatu penyelesaian yang berkesinambungan.

Thanks for reading 🙂

Advertisements

One thought on “(Review) Forgotten by Cat Patrick – Mengajakmu Memasuki Dunia Tanpa Kenangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s