Hitam adalah sahabatku. Gelap selalu menemaniku. Dan malam adalah duniaku.

Malam membuat gerakku lebih leluasa. Malam menyingkirkan sinaran surya. Malam memudahkanku menyerang mangsa.

Aku bukan pemilih dalam urusan buruan. Tapi kebetulan saja manusia di depanku anak perempuan. Sudah terbayang tentu lezat tak karuan.

Kudekati mangsa teramat perlahan. Tanpa suara kuusahakan. Aroma darah yang mengalir di sekitar kerongkongan begitu memabukkan.

Kudekati mangsa dari satu sisi. Berjuang untuk tetap sunyi. Kusergap cepat tanpa bunyi.

Plok!

***

Plok!

“Mah, aku digigitin nyamuk,” rengek seorang bocah perempuan pada ibunya.

“Ssst! Jangan berisik! Nanti om satpol pepeknya denger. Lagian kamu kenapa nyusul mamah ke sini, sih?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s