“Mau kabur ke mana, Revan?”

Aku terpergok Pak Wahidin, Supervisor kami, saat mengendap menuruni tangga.

“Anu Pak, saya…”

Semasa kecil,  ulang tahunku tak pernah dirayakan. Hingga aku tak menganggapnya penting. Bahkan berada di pesta ulang tahun orang lain saja membuatku tak nyaman.

Pak Wahidin menggiringku masuk ruang meeting yang sudah didekorasi. Usai diberikan selamat, mereka memakaikanku topi kerucut.

“Kamu ultah juga?” tanya Lily, gadis dari divisi sebelah yang selalu mencuri perhatianku. Anehnya, ia juga mengenakan topi yang sama.

“Nah, Birthday Boy sama Birthday Girl-nya sekarang bisa tiup lilin bareng,” ujar Pak Wahidin.

Dan sepertinya aku mulai menyukai hari ulang tahunku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s