Makan malam kali ini sungguh berbeda. Tak ada lagi teriakan, “Kecilkan suara berisik kalian! Aku sedang menonton TV!”

Kami tak berusaha tampak bersedih meski baru pulang dari pemakaman Nenek. Sebenarnya, dia bukan nenek kandungku. Dia datang ke rumah kami setahun lalu dan mengaku lupa tempat tinggalnya. Ayah sudah menyerah mencari keluarga asli si Nenek. Begitulah ia masuk ke kehidupan kami.

“Bagaimana jika kita pergi berlibur untuk merayakan ini?” tanya ayah.

Belum sempat aku dan ibu menjawab saat suara serak itu terdengar.

“Sudah, pergi sana! Aku mau menonton TV dengan tenang!”

Kami serempak menoleh ke sofa dan melihat sosok transparan Nenek.

-100 kata-

(Terinspirasi dari salah satu novel Goosebumps)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s