(Review) Sepenggal Kisah Mata Pena – Membawakanmu Kisah dari Dua Dunia Berbeda

IMG_20180302_193252_722

Judul                     : Sepenggal Kisah Mata Pena

Penulis                 : Yaumil Rachman & Ayu Rizki Susilowati

Penerbit              : Mazaya Publishing House

Tahun terbit       : Cetakan Pertama, Januari 2018

Jumlah hlmn      : 170 halaman

Desain sampul   : Roeman-Art

***

Sebelumnya harus kubilang kalau aku suka banget sama cover dari buku ini. Apresiasi tertinggi buat yang desain sampulnya 🙂

Kumpulan cerpen (Kumcer) ini ditulis berselang-selang antara tulisan Ayu dan Yaumil. Uniknya, kedua orang ini punya gaya menulis yang cukup kontras. Tulisan Ayu lebih riil. Alurnya pun rapi dengan pembatas yang jelas saat perpindahan adegan. Cerita juga sarat akan pesan moral yang sayangnya seringkali diverbalkan di akhir sehingga lebih mirip kesimpulan buatku.

Nah, beda banget nih dengan tulisan Yaumil yang abstrak. Sureal gitu. Tapi anehnya aku bisa paham. Beneran loh ini aneh, karena biasanya aku kurang nangkep satir yang diangkat sama tulisan di aliran surealisme kayak gini. Pun tema yang diangkat juga bisa dibilang out of the box.

Oke, kuulas singkat satu-satu, ya!

 

RAHASIA DI DALAM LEMARI

Semua isi rumah habis tak bersisa, kecuali satu barang. Lemari itu. (hlmn 3)

Pembuka yang baik. Meski narasinya terlalu panjang di awal, cerita ini memiliki ending yang mengejutkan.

 

SEPENGGAL KISAH MATA PENA

Mata perempuan itu membelalak, saat melihat mata pena menyala-nyala. Terang dan tajam. (hlmn 20)

Dengan berpusat hanya pada satu tokoh, cerita ini menyajikan alur dengan flashback. Nuansa kesuraman sangat kuat sedari awal hingga akhir.

 

RINTIK HUJAN DI MALAM KHITBAH

…, itu artinya bahwa jodohku mungkin memang bukan dia. Bukan seorang lelaki yang selama tiga tahun kukagumi dalam diam dan kurapalkan namanya dalam doa. (hlmn 26)

Konflik pada cerita bernuansa religi ini terasa hambar. Sayang, padahal tema yang diangkat menarik.

 

TIDAK ADA LAGI KEBAIKAN DARI LONDON

Rumah itu benar-benar dingin. Tak jarang Max sering menggigil dan kemudian sakit di dalam rumahnya sendiri. (hlmn 44)

Dengan mengambil sudut pandang yang tidak biasa, cerita ini berhasil jadi yang paling menyentuh dalam kumcer ini. Entah, tapi Max dan anjingnya loveable banget buatku.

 

JUDUL SENGAJA TIDAK DISEBUTKAN

Tentang aku yang tiba-tiba memikirkan dia, lalu secara tiba-tiba pula dia menghubungiku dan mengajakku bertemu setelah sekian tahun kami tak pennah saling sapa dan tatap. (hlmn 60)

Tahu ‘kan, kalau dalam mengulas buku atau apapun tidak boleh membocorkan hal-hal penting? Nah, judul cerita ini spoiler banget, makanya mending tidak kusebutkan, hehe.

 

KISAH AKHIR PARA PERENANG HEBAT

Aku masih mengingat dengan sempurna, saat dia tersenyum padaku, kemudian pergi. Kemudian dia datang lagi padaku saat aku gagal menjadi perenang yang menaklukkan laut utara. (hlmn 77)

Can’t say a word. I’m speechless.

 

PEREMPUAN PENGGANTI

“Tidak udah menangis. Aku tidak ingin melihat tangisan palsu seorang perempuan perebut suami orang!” (hlmn 85)

Aku suka penggambaran adegan di bagian akhir. Mungkin untuk konflik di awal cerita perlu ditambahkan penyebutan kata ‘pelakor’ supaya lebih seru. Eh, gimana?

 

TENGAT

…, bau kertas, bau mesin komputer yang mulai memanas, dan bau-bau lainnya yang sangat akrab dengan penciumanku, meyakinkanku sepenuhnya, bahwa aku masih berada di ruang kerjaku. (hlmn 95)

Awalannya tampak normal sampai sempat berpikir kayaknya ini bukan sureal. Satirnya bagus, banyak orang yang akan tersentil baca ini.

 

KESABARAN SUMINI

“…, susu Si bungsu habis, listrik dua bulan belum bayar, gas habis, hutang sama Uni Ida menumpuk, jadi boro-boro mau buatin Bapak kopi!” (hlmn 109)

Penggambaran tentang kerepotan seorang ibu rumah tangga di dalam cerita ini cukup menarik. Namun penyelesaian konfliknya terlalu cepat dan tiba-tiba.

 

WANITA PEMINTAL YANG TINGGAL DI BULAN

Wanita pemintal yang tidak pernah aku lihat wajahnya itu, tidak penah melihat ke arahku, walaupun aku bersorak-sorai di bawah sinarnya. (hlmn 123)

Ini cerita dari Yaumil yang jadi favoritku. Mungkin karena berhasil menyajikan cerita untuk orang dewasa tapi mengambil sudut pandang anak-anak. Polosnya sesuai, khas anak-anak banget.

 

BERJALAN DALAM GELAP

…, tak terasa kakiku menginjak ranting yang sontak membuat orang bersuara lenguh itu sadar akan kehadiranku dibelakangnya. (hlmn 137)

Nah, kalau ini karangan Ayu favoritku. Aku nilai dari segi cerita aja sih karena penyajiannya sendiri kurang memuaskan. Tokohnya dikemas terlalu sederhana untuk punya pemikiran sebijak itu.

 

PAKU-PAKU DARI MATA IBU

Mata ibu sering terbelalak. Tajam. Memaku-maku tubuhku. Tubuhku diam seperti patung. Pasrah,… (hlmn 147)

Cerita ini juga ambil sudut pandang anak-anak tapi lebih dark. Serem bayanginnya. Kamu enggak akan kuat, biar aku aja.

 

KISAH IBU PONIRI

Inilah yang aku tidak tahu dari kehidupan sosok ibu Poniri. Tentang suaminya. Siapa dan apa pekejaannya serta bagaimana keadaannya saat ini. (hlmn 159)

Tak banyak yang bisa dibahas. Sesuai dengan judulnya, cerita penutup ini berpusat pada masa lalu ibu Poniri.

 

Akhirnya selesai. Semoga tidak terlalu panjang untuk dibaca. Terakhir, kuberi 3,5 dari 5 bintang untuk kumcer ini.

Thanks for reading 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s