Lima kurang lima belas. Pekerjaanku sudah selesai. Aku segera berkemas seraya membayangkan indahnya kencan malam ini.

“Imam,” sapa Pak Marwan seraya melongok ke kubikelku. “Sudah kamu rekap harga untuk barang-barang yang diminta Pak Hartono dari setiap supplier?”

“B-belum,” gagapku. “Rapatnya masih minggu depan kan, Pak?”

“Iya, tapi saya butuh datanya sekarang,” ujar Pak Marwan. “Kamu lembur, ya!”

“Tapi, Pak…,” ucapanku terhenti melihat tatapan atasanku itu.

“Kerjakan sekarang!”

***

Aku senang. Karyawanku yang satu itu berhasil kubuat lembur. Seenaknya saja ia menggembar-gemborkan rencana kencannya malam ini.

Tapi aku berhasil menggagalkannya. Dengan begini, aku bisa menikmati wajah tampannya lebih lama malam ini.

(100 kata)

Advertisements

2 thoughts on “Lembur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s