“Kenapa kamu belum memasak?”

Suara ayahnya bergaung ke seluruh penjuru rumah. Kata-kata yang diucapkan dengan bentakan terdengar biasa saja baginya. Otaknya menerjemahkan tiap kata seperti yang tertera dalam kamus.

Kenapa. Kamu. Belum. Memasak.

Tanpa nada tinggi. Tanpa kemarahan yang meledak-ledak.

Tubuhnya berdiri. Ia juga lapar. Kaki-kaki mungilnya bergerak menuju ruang tengah. Menuju ayah dan ibunya. Mereka biasa memberinya makanan. Di ruang tengah biasa disajikan makanan. Sementara ayahnya masih saja meneriaki kata-kata yang kebanyakan tak ia pahami.

“Dasar, isteri bodoh!”

Tubuhnya sudah sampai di ruang tengah. Dilihatnya ibunya tengah menangis. Ibunya tidak bodoh. Ia yang bodoh. Ibunya bisa berhitung. Ibunya bisa membaca. Lalu mengapa ayahnya mengatakan bahwa ibunya bodoh? Ia tak bisa memahaminya. Ini terlalu rumit baginya.

Hingga dilihatnya ibunya ditampar. Dilihatnya ibunya dipukul. Seperti teman-temannya memukuli anjing liar. Tanpa ampun.

Ia bergidik. Tapi tubuhnya diam. Tubuhnya tak paham. Tapi ia paham, meski dirinya hanya bisa menyaksikkan semua dari balik jendela. Tak ada pintu untuk keluar di sini. Ia tak pernah bisa keluar dari ruangan yang membatasinya. Ia terjebak dalam tubuhnya sendiri.

Dia harus menemukan pintu untuk keluar.

“Oh, lihat, anak bodohmu datang.”

Matanya melihat apel di atas meja.

“Dia tidak bodoh. Dia asperger.”

Ia tidak melihat pintu keluar.

“Autis! Bodoh! Tak ada bedanya, bodoh!”

Ayahnya kembali memukul ibunya. Ibunya kini berdarah. Tapi ibunya sudah dewasa. Ibunya bisa mengobati dirinya sendiri. Dan perutnya lapar sekarang. Ia mau apel.

Tubuhnya kemudian bergerak mendekati meja, mengambil apel tersebut, lalu perlahan berbalik menuju kamar. Sementara darah di kening ibunya mengalir makin deras.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s