“Kamu bisa duduk di sana.”

“Tidaaakk!” teriak kami.

Bu Susi mendebat, “Tak ada lagi kursi kosong.”

Anak baru itu pun duduk di kursi bekas Rama, anak baru lain yang masuk di pertengahan tahun ajaran. Ia seringkali berteriak tanpa sebab di tengah pelajaran, tiba-tiba pingsan, bahkan menyerang salah satu dari kami.

“Bukan aku,” ucap Rama dengan tubuh gemetar hari itu. “Johan yang melakukannya.”

Rama pun pindah.

Saat istirahat, kami mengerubungi si anak baru. “Tenang,” ucapnya santai. “Aku sudah bertemu Johan di lorong. Dia tak keberatan aku duduk di sini, kok.”

Johan adalah teman sekelas kami yang meninggal bunuh diri di awal tahun ajaran.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s